Thursday, April 5, 2018

Menulis 30 Novel dan 1000 Cerpen. Mungkinkah?

Menarik membaca sekilas biografi Putu Wijaya, seorang penulis produktif yang serba bisa ini telah menulis berbagai ragam bentuk tulisan, tidak hanya cerpen, novel, drama tetapi juga esai, artikel, kritik drama, skenario film maupun skenario sinetron. Jumlahnya pun tidak main-main, tercatat 30 novel telah berhasil ditulisnya yang beberapa diantaranya mendapatkan penghargaan begitu pula 40 naskah drama, seribu cerpen, ratusan esai, artikel dan kritik drama.

Satu kata yang langsung tercetus dari mulutku: Fantastis!
Seorang penulis yang sangat produktif dan bertalenta. Karena beliau tidak hanya menunjukkan kuantitas pada karyanya tetapi juga kualitas Aku pun pernah membaca pada sebuah ulasan seseorang menyangkut proses menulis Putu Wijaya. Katanya, Putu Wijaya adalah seorang penulis yang sangat disiplin dan tekun. Setiap hari dia harus menulis 10 tulisan yang mencakup cerpen atau esai ataupun jenis tulisan lain. 

Setiap hari yang isinya hanya 24 jam. Rasanya pekerjaan yang sangat tidak mungkin mengumpulkan ide-ide baru di kepala dalam waktu sesingkat itu. Luar biasa. Aku sungguh berdecak kagum pada tokoh penulis seperti beliau yang berdedikasi sangat tinggi pada dunia kepenulisan. 

Karena itu kemudian tercetus dalam diriku untuk mulai memasang target yang cukup ketat pada diri ini. Mungkin tidak segarang yang dilakukan Putu Wijaya. Sepuluh tulisan per hari. Aku akan memulainya dengan satu tulisan per hari di Blog dan satu chapter tulisan di Wattpad

Tentu itu bukan pekerjaan yang mudah, perlu dedikasi dan kejujuran. Padahal hal yang paling sulit adalah berdedikasi dan jujur pada diri sendiri. Tetapi ya, begitulah. Mengutip tulisan Putu Wijaya tentang Konsep Menulis, bahwa menulis adalah proses yang tidak gampang, tetapi penuh kesulitan, melelahkan, menyakitkan dan membosankan. Namun, kemampuan Putu Wijaya patuh pada aturan yang dibuatnya sendiri dalam mengasah kemampuan dalam menulis menghasilkan karya-karya yang luar biasa.
  
Jadi, menulis 30 novel dan 1000 cerpen apakah suatu hal yang mustahil? 

Putu Wijaya telah membuktikan hal itu. Menulis adalah kerja keras.

0 comments:

Post a Comment

 

(c)2009 Mardiana Kappara . Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger